Pebisnis dan Pemikir !

Pebisnis dan Pemikir !

Thursday, March 13, 2014

Sampah Itu Penyakit! (Artikel)

Sampah itu Penyakit!

Sebagai mahkluk sosial yang memiliki aktivitas tak kunjung menentu tentu manusia ingin mendapatkan kualitas hidup yang baik, sehat bahkan terhindar dari bencana Alam. Namun pada kenyataan, layaknya angin yang bergulir serta berhembus ke seluruh (Empat) penjuru mata angin, kehidupan itu jauh dari mungkin!.

Lihat Alam kita!, apakah layak dan bergembira anda melihatnya?. Sampah yang menumpuk dengan sembarang tanpa tau siapa penanggung jawabnya, serta padatnya kendaraan yang perlahan lahan akan memberikan suapan buruk CO2 (karbon dioksida) kepada pemiliknya, Ditambah penebangan pohon secara keji disetiap hutan hijau yang berada di Indonesia, serta alih fungsi ruang yang tak kunjung jelas posisisnya.

Padahal kita ketahui, bahwasanya Indonesia kaya akan SDA (Sumber Daya Alam) dalam segala segi dan pemanfaatanya, serta penghasil Oksigen yang cukup baik dikarenakan banyaknya lahan hijau di Bumi Nusantara ini. Namun kenapa masih banyak kaum-kaum tak bermoral muncul dan datang tak diundang tanpa meninggalkan kesan baik bagi lingkungan kita.

Lihat sekarang Ibu Pertiwi menangis, yaitu Jakarta. Cukup puaskah anda melihat perubahan iklim yang tiba tiba terjadi secara mengejutkan tanpa tahu, apa yang akan terjadi esok hari?.

Perubahan iklim yang spontan ini tentu dipicu oleh keadaan lingkungan yang tak stabil, layaknya Pesawat kehilangan salah satu bagian sayapnya. Terkadang ketika panasnya matahari mulai meraba kulit, disaat itu pula rintik hujan gemulai turun tanpa beban.

Menurut Thomas Djamaluddin dari Riset Astronomi Astrofisika LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), “kenapa pemanasan yang terjadi pada wilayah perkotaan cenderung lebih panas dibandingkan darah di sekitarnya, atau biasa disebut sebagai fenomena panas perkotaan?“. “Hal ini dikarenakan adanya perubahan fungsi tata guna lahan, sehingga berdampak pada panas yang diserap oleh permukaan bumi dipancarkan lagi menjadi inframerah ke udara.”

Namun berbeda ujarnya dari Haradi, Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), “bahwa perubahan mendadak dari hujan ke panas secara tiba-tiba adalah wajar dan masih dalam batas normal.” Jikalau normal mengapa merasa was-was ketika pemanasan Global menjadi masalah……

Saat ini produksi sampah plastik di Indonesia ada pada peringkat kedua dalam hal penghasil sampah domestik, yaitu sebesar 5,4 juta ton per tahun. Menurut Ketua Umum Indonesia Solid Waste Association (InSWA), Sri Bebassari “data statistik persampahan domestik Indonesia, jumlah sampah plastik tersebut merupakan 14 persen dari total produksi sampah di Indonesia”.

Sementara berdasarkan data dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jakarta, “tumpukan sampah di wilayah DKI Jakarta mencapai lebih dari 6.000 ton per hari dan sekitar 13 persen dari jumlah tersebut berupa sampah plastik. Dari seluruh sampah yang ada, 57 persen ditemukan di pantai berupa sampah plastik dan sebanyak 46 ribu sampah plastik mengapung di setiap mil persegi samudera, bahkan kedalaman sampah  plastik di Samudera Pasifik sudah mencapai hampir 100 meter.”

jika saja sampah-sampah itu diolah menjadi barang yang berguna dalam kelangsungan hidup berumah tangga dan mudah dalam hal penerapanya, pasti setiap insan yang ada di Ibukota akan terpanggil sanubarinya untuk bersama sama menjaga dan memelihara alam serta lingkungan mereka. Bukan tidak mungkin anda dapat melakukannya, mulai dari membuang sampah pada tempatnya dan meminimalisir penggunaan pelastik serta membuat mini hutan kecil dirumah anda.

Dari kebiasaan yang perlahan-lahan kecil itulah anda akan merubah dunia yang begitu besar untuk Bumi yang sehat dan baik bagi anak cucu anda kedepanya ataupun orang lain. Bayangkan, jika anak serta cucu anda menikmati indahnya iklim dan bersihnya lingkungan di Indonesia khususnya Jakarta, anda pasti akan puas dan berhasil melakukan misi dalam penerapan Bumi yang sehat!, “Yang baik bagi orang lain adalah selalu yang betul-betul membahagiakannya.” (Aristoteles).

Menurut Sri, langkah positif untuk pengurangan sampah melalui kampanye 3R yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang serta menemukan formula yang tepat untuk mempercepat proses penguraian plastik agar bisa kembali ke alam,". Sosok yang berpengaruh dijakarta yaitu Bapak Gubernur Jokowi serta wakilnya Ahok juga seniman kawakan Slank pun juga bersatu untuk bersama bergumam dalam “Stop pembuangan sampah ke sungai serta akan mengharuskan Pasar, baik Modern atau Tradisional untuk menghentikan penggunaan pelastik.”

Pencegahan sudah dilakukan, sekarang tinggal bagaimana anda menentukan sikap bijak dalam kelangsungan hidup anda?. Sang pencipta pun sudah memberikan segalanya bagi umatnya, namun apa tindakan terimakasih kita (Hambanya) kepadanya?, “Tuhan sering mengunjungi kita, tetapi kebanyakan kita sedang tidak ada di rumah. (Joseph Roux)”.

Semua balik kepada manusia yang dapat menentukan pilihan dari hasil pola pikirnya masing masing. Tentu harapan semua orang, hidup itu indah pada waktunya dan sehat sampai akhir hayat!

Manusia Biasa

No comments:

Post a Comment